Selamat Datang di Artikel Motivasi Sahabat Sejati



Sabtu, 27 November 2010

Cara Menghadapi Orang Licik Ditempat Kerja

MEREKA adalah orang-orang yang terlihat baik saat bertatap muka, namun bisa berlaku licik saat di belakang kita. Bagaimana menghadapi rekan kerja seperti ini?
Dalam dunia kerja, kehadiran orang-orang llicik backstabbers, atau mereka yang gemar menipu dan menusuk rekan kerjanya dari belakang memang bukan hal yang aneh. Mereka bahkan lebih banyak muncul dalam dunia kerja daripada di pergaulan hidup sehari-hari.
Umumnya, para backstabbers ini memang tak ada kualitas kerja yang baik. Mereka gemar mengklaim prestasi orang lain sebagai hasil karyanya. Mereka juga senang mencari-cari alasan untuk menyalahkan orang lain.
“Yang pasti, mereka tak mau pusing-pusing bekerja keras demi keberhasilannya. Mereka hanya berpikir bagaimana meraih kekuasaan dan keuntungan dengan cara semudah mungkin,” sebut professional speaker Marsha Petrie Sue, yang juga menulis buku Toxic People: Dealing With Difficult People in the Workplace Without Using Weaponsor Duct Tape, seperti dikutip dari Womensmedia.com.
Bahaya yang ditimbulkan backstabbers
Bagi mereka yang memiliki rekan kerja licik seperti ini, waspadalah terhadap gerak geriknya. Jangan pernah melupakan atau menganggap remeh tindakan jahat yang dilakukannya.
“Orang-orang seperti ini sangat sulit berubah karena mereka sudah mengetahui bahwa aksi licik dan gaya menusuk dari belakang ini cukup efektif bagi karier mereka,” kata Marsha.
Tak jarang, mereka juga mengatakan atau mengirim pesan-pesan yang sifatnya mengancam, terutama jika seseorang sudah mengetahui aksi licik itu. Kata-kata ancaman ini, seperti “Hati-hati dengan ucapan kamu karena nanti saya bisa mempermalukan kamu di depan umum” atau “saya lebih pintar daripada mempermalukan kamu di depan umum” atau “saya lebih pintar daripada kamu, jadi sia-sia saja jika kamu ingin melawan saya”.
Atau mereka juga bisa mengatakan sesuatu yang sekilas sebagai nasihat bijak, tapi sebenarnya ada pesan jahat yang tersirat di balik kata-katanya. Misalnya kalimat, “Saya hanya ingin membantu kamu dan mengatakan dengan jujur apa saja kelemahanmu. Dengarkan nasihat saya kalau kamu ingin sukses bekerja di sini”.
Strategi melawan
Tentu saja, selalu ada cara untuk menghadapi dan melawan para backstabbers. Marsha memberi saran bahwa untuk menaklukkan mereka, maka jadilah temannya dan teman kroni-kroninya.
“Semakin mereka menyukai Anda, maka ia tidak akan mengusik kenyamanan Anda. Tapi Anda juga harus tetap waspada. Jangan berbicara yang negatif tentang mereka. Jika mereka mengetahuinya, maka Anda akan dicap sebagai biang masalah,” kata Marsha.
Jika orang-orang licik ini mengatakan bahwa ada orang yang tidak suka dengan Anda di kantor, maka tanyakan kepada orang tersebut secara langsung. Bukan mustahil, orang lciik ini juga mengatakan hal yang sama kepada orang yang Anda benci kepada Anda. Orang licik biasanya gemar mengadu domba, bukan?
“Langsung mengklarifikasi adalah jalan terbaik karena kebohongan seperti ini bisa langsung terbongkar jika ada komunikasi yang baik di tempat kerja,” tegasnya.
Jika ternyata ia benar-benar ingin merusak karier Anda, jangan bertindak gegabah. Ambil langkah hati-hati. Lebih baik kumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu, siapkan saksi-saksi yang akan membantu Anda membongkar aksi liciknya.
Namun, jika Anda ingin berbicara langsung dengannya, siapkan kata-katanya terlebih dahulu. Coba untuk fokus pada apa yang ingin Anda tanyakan kepadanya, bukan apa yang ingin Anda sampaikan.
Misalnya saja, lebih baik Anda mengatakan, “saya ingin klarifikasi kejadian ini” daripada “kamu sudah memberi saya banyak masalah”. Penggunaan kalimat kedua hanya akan membuat backstabber lebih agresif lagi. Selain itu, berhati-hatilah jika ia memberikan jawaban atau berusaha mendebat Anda dengan kalimat yang akan membuat Anda frustasi, bingung, atau kecewa.
Bagaimana jika Anda dan backstabber harus tetap bekerja sama atau tetap berada dalam kantor yang sama? Maka saatnya memutuskan apakah Anda ingin tetap bekerja di tempat itu atau tidak.
Jika Anda memutuskan untuk tetap tinggal, berarti Anda merasa bahwa situasi ini masih bisa Anda kendalikan. Beberapa kondisi bisa jadi memang hanya bersifat sementara. Jadi selama Anda fokus pada rencana dan tujuan Anda bekerja di tempat tersebut, Anda akan baik-baik saja.
Jika Anda ingin mengubah situasi ini, berarti Anda harus meluangkan waktu menganalisis apa yang Anda inginkan, baik dari diri Anda sendiri maupun dari orang tersebut. Jika Anda ingin membuatnya dipecat, berarti Anda harus memikirkan cara bagaimana melakukannya.
Jika Anda ingin melakukan konfrontasi dengannya secara langsung, lakukan kontak mata tanpa harus melakukan “tatapan menantang”. Jangan banyak berkedip atau mengalihkan kontak mata karena hal ini bisa menandakan kelemahan atau kegugupan Anda. Berdiri dengan penuh keyakinan dan rasa percaya diri.
Apa pun pilihannya, Anda punya hak penuh atas pilihan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar